17 December 2017

Oleh :
Moh. Syaiful Imron, S.Pd., M.Si
Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan Dasar (SD)

Pengawas sekolah profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembibingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal. Pengawas sekolah dalam menjalankan tugasnya dituntut untuk memiliki kecermatan dalam melihat kondisi sekolah, ketajaman analisis, ketepatan dan kreatifitas dalam memberikan treatment yang diperlukan, dan mampu berkomunikasi dengan baik secara individual maupun secara kelompok di sekolah binaannya.

Pengawas sekolah dalam tugas yang cukup strategis dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah maka diperlukan perencanaan program , langkah dan strategi dalam melaksanakan program dan kemampuan mengevaluasi, menganalisis serta menyusun laporan hasil pengawasan sehingga memberikan gambaran yang signifikan tentang keadaan sekolah, yang pada akhirnya data tersebut dapat dipergunakan oleh Dinas Pendidikan dalam menyusun program peningkatan pendidikan.

Dalam melaksanakan tugas menjadi pengawas tidak terlepas dari tugas pokok bidang bidang teknis yang ada di Dinas Pendidikan. Maka diperlukan sinkronisasi program dan network atau jejaring kerja yang baik dan terkontrol. Pengawas sebagai organisasi harus mulai memperhatikan masalah strategis yang lebih luas. Relasi lateral dan vertikal dengan Kepala Dinas atau Kepala Bidang Teknis serta pihak-pihak di luar unit organisasi pengawas menjadi sangat penting untuk mengetahui bagaimana unit organisasi pengawas memberikan kontribusi dalam konteks yang lebih besar sehingga keterlibatan pengawas sekolah sebagai agen informasi yang dapat mensuport data sebagai bahan kebijakan strategis Dinas Pendidikan .

Terdapat alternatif-alternatif langkah yang dapat dilakukan sehingga terjadi optimalisasi peran pengawas. Adapun langkah tersebut antara lain : Restrukturisasi Organisasi Kepengawasan, Efektifitas Koordinasi, Kendali Implementasi Program, Jejaring Kerja Bidang Teknis, Sistem Pelaporan. Langkah atau Strategi ini dilaksanakan secara konferhensip dan selalu dimonitoring dan dievaluasi, langkah mana yang mengalami kendala atau berjalan tidak optimal. Setiap strategi dilakukan dua langkah yang operasional dan terukur yang dapat kita rincikan sebagai berikut :

  1. Strategi Restruktur Organisasi Kepengawasan (Strategi A) dengan langkah : merubah struktur organisasai dan membuat pendelegasian wewenang.
  2. Strategi Efektifitas Koordinasi (Strategi B) dengan langkah: mengefektifkan kegiatan MKPS /KKPS dan Koordinasi Rutin dengan UPT pendidikan yang ada di setiap Kecamatan.

Selengkapnya bisa diunduh di tautan berikut...



Download:

Tautan aplikasi

SIMPEG

Buka

SIMGAJI

Buka

SPPD

Buka

E-Learning

Buka

SIM Karir Guru

Buka

PPDB

Buka

Loading...