Fathia Rahma


19 December 2017

Jakarta, CNN Indonesia -- Mengikuti sebuah konferensi Internasional di usia muda, mungkin tidak pernah terbayang dalam benak Fathia Rahma Ramadhani sebelumnya.
Kesempatan itu akhirnya hadir untuk putri tunggal pasangan Bapak Adji Sugiharto dan Ibu Sri Subekti ini, beberapa waktu lalu.

Remaja yang lahir pada tanggal 18 November 2002 ini diutus ke pertemuan Aceh Development International Conference (ADIC) di Islamic International University of Malaysia (IIUM).

Konferensi tersebut dihadiri pula oleh perwakilan sejumlah negara seperti Malaysia, Australia, Turki hingga Nigeria. Thia yang mahir berbahasa Inggris ini menjadi utusan termuda.

Keaktifannya mengikuti berbagai kegiatan di sekolah, membuat Nofita Dian Wiraswasti dan Lili Suryani (guru di sekolahnya), tertarik membawa Thia berangkat ke Malaysia untuk mengikuti konferensi itu.

Saat berada di Negeri Jiran, Thia begitu takjub akan kearifan lokal yang ada di sana. "Saya tidak melihat sampah berserakan ataupun orang merokok di jalan, semua serba teratur dari tata kota hingga transportasinya. Setiap MRT yang berhenti di tiap stasiun, selalu tepat pada waktu yang ditentukan," ujarnya, antusias.

Anggota Dewan Penggalang SMP IT Permata Hati Banjarnegara ini pernah beberapa kali mengikuti Kemah Ukhuwah yang diadakan Satuan Komunitas Sekolah Islam Terpadu (Sako SIT), seperti Kemah Nasional Sako SIT di Coban Rondo Malang dan Kemah Wilayah di Lapangan Tembak Magelang. Tak ketinggalan pula, Lomba Tingkat III di Banjarnegara.

Di tengah keaktifannya menjabat sebagai ketua asrama putri saat kelas VII, ketua kelas saat di kelas VIII, anggota English Rangers, Sekretaris OSIS, Thia yang saat ini duduk di kelas IX Al Mulk ini ternyata juga mampu menyelesaikan hafalan hampir 2 Juz Al Quran.

Segudang prestasi pun pernah ia raih. Beberapa di antaranya: ranking 2 besar di kelas, juara 3 Kader Kesehatan Remaja tingkat Kecamatan, dan Jumbara PMR, serta tergabung dalam kontingen Temu Karya Sukarelawan PMI di Pati, Jawa Tengah.

Namun semua itu tidak lantas membuat Thia menjadi tinggi hati. Sosok Thia yang easy going dan suka berbagi ini, kelak ingin sekali mendharma-baktikan dirinya di masyarakat dengan menjadi Dokter.

Tautan aplikasi

SIMPEG

Buka

SIMGAJI

Buka

SPPD

Buka

E-Learning

Buka

SIM Karir Guru

Buka

PPDB

Buka

Loading...